Friday, December 23, 2011
Monday, December 12, 2011
Hubungan Antara Keju Dan Fotografi
Bukan cuma orang lain, saya sendiri juga bingung jika ditanya: "Kenapa sekarang bikin keju, bukannya selama ini sampeyan lebih banyak berkutat dengan kamera dan lampu-lampu studio?"
Awal-awal terasa nggak nyambung sama sekali. Belakangan, baru tersadar bahwa hubungan antara keju dengan fotografi sudah terjalin akrab lama sekali, terhitung semenjak kamera mulai digunakan untuk memotret wajah manusia. Dan itu berarti bisa lebih dari seratus tahun yang lalu. Kok bisa?
Coba kita perhatikan baek-baek, dalam banyak sesi foto (terutama foto rame-rame), baik yang dilakukan secara profesional maupun amatir, guna mendapatkan ekspresi gembira pada hasil foto, si fotografer kerap memberi aba-aba: "Say cheese!". Orang-orang yang difoto pun berramai-ramai berseru: "Cheeeeeese!". "Chese" artinya ya keju. Berarti dalam banyak acara fotografi, keju sering sekali hadir. Di sinilah benang merahnya.
Terima kasih telah membaca cerita yang cenderung mengada-ada ini. Hehehe...
Catatan:
Kalau pas motret orang, seruan kata "cheeeese" jangan diterjemahkan menjadi "kejuuuu" loh, ya. Ntar bisa-bisa wajah di foto pada monyong semua...wkwkwk..
Tuesday, December 6, 2011
Mozzaretrie Durability Test
Penasaran dengan kenyataan bahwa Mozzaretrie yang dikirim dalam keadaan bagus (bentuk kencang, aroma segar, rasa enak) kadang diterima konsumen dalam keadaan yang di luar harapan, minggu kemarin tanggal 2 Desember 2011 (hari Jumat) telah dimulai uji coba ketahanan Mozzaretrie dalam kondisi di luar kulkas.
Dari hasil pengujian, disimpulkan bahwa Mozzaretrie dapat bertahan untuk tetap LAYAK SEHAT DIKONSUMSI setelah berada dalam suhu ruang (rata-rata 24-25 derajat Celcius) selama 48 jam. Setelah jangka waktu tersebut, Mozzaretrie harus segera masuk freezer lagi. Atau, kalau tidak mau repot-repot memasukkan ke dalam freezer, ya masuk perut lah...hehehe...
Setelah 72 jam di suhu ruang, Mozzaretrie tidak disarankan untuk dikonsumsi.
Hasil pengujian ini memiliki arti penting bagi strategi pengemasan dan pengiriman Mozzaretrie agar tetap memuaskan konsumen. Salam.
Berikut foto-fotonya.
Dari hasil pengujian, disimpulkan bahwa Mozzaretrie dapat bertahan untuk tetap LAYAK SEHAT DIKONSUMSI setelah berada dalam suhu ruang (rata-rata 24-25 derajat Celcius) selama 48 jam. Setelah jangka waktu tersebut, Mozzaretrie harus segera masuk freezer lagi. Atau, kalau tidak mau repot-repot memasukkan ke dalam freezer, ya masuk perut lah...hehehe...
Setelah 72 jam di suhu ruang, Mozzaretrie tidak disarankan untuk dikonsumsi.
Hasil pengujian ini memiliki arti penting bagi strategi pengemasan dan pengiriman Mozzaretrie agar tetap memuaskan konsumen. Salam.
Berikut foto-fotonya.
mozzaretri ditempatkan di dalam box plastik, di rak paling bawah, ujung kanan.
Wednesday, November 30, 2011
It's STRETCHING Time!
Dalam proses pembuatan mozzarella, ada satu tahapan yang kerap disebut dengan "stretching", yakni usaha meregang-regangkan adonan curd agar mozza yang kelak dihasilkan bersifat elastis (mulur) setelah dipanggang. Tahap stretching adalah tahap paling krusial dalam pembuatan mozzarella. Sukses-tidaknya stretching akan berdampak langsung terhadap layak-tidaknya sebongkah keju disebut sebagai mozzarella.
Jika kita mendapatkan keju mozzarella yang cuma meleleh saat dipanggang namun tidak mulur sewaktu ditarik, itu bukanlah mozzarella yang sesungguhnya...katanya.
Tak pelak lagi, saya selalu deg-degan sewaktu akan masuk ke tahapan ini. As a matter of fact, beberapa kali curd saya gagal stretching. Saat hal itu terjadi, stress dan capek sekali rasanya.
Monday, November 28, 2011
pH Paper - For More Accurate Acidity Measurement
Bergelut dengan susu berarti berhadapan dengan barang sensitif. Pengolahan susu menjadi keju, karenanya, menuntut kita untuk menerapkan pengukuran dengan cermat. Mulai dari takaran volume, berat, suhu, tingkat salinitas (keasinan), hingga keasaman, mau tak mau harus diukur dan dimonitor.
Untuk itulah, kita memerlukan peralatan yang bisa membantu kita melakukan segala pengukuran cermat di atas. Ini karena alat pengindera kita sebagai manusia "katanya" tidak bisa diandalkan karena sifatnya yang "relatif" dan "emosional".
Nah, salah satu alat yang diperlukan dalam pembuatan keju adalah pH paper. (Saya tidak habis mengerti kenapa "p"-nya selalu ditulis dalam huruf kecil sedangkan "H"-nya huruf besar). Barang kecil ini sangat berguna untuk membantu kita mendapatkan susu dengan keasaman yang tepat agar keju yang dihasilkan kelak masuk kategori "keju sukses". Tingkat keasaman (minimal sampai hari ini) tidak bisa diukur dengan cara dicecap dengan lidah atau dihirup dengan hidung. Indera pencecap dan penciuman kita tidak bisa membedakan dengan akurat antara susu yang ber-pH 7 dengan pH 5, misalnya. Lidah dan hidung kita (mungkin) hanya bisa memberi info ke otak kita bahwa susu hari ini kecutnya pas, susu kemarin kecutnya ampun-ampun, dan susu yang udah kecampur banyak air rasanya hambar.
Kertas warna-warni ini sangat mudah digunakan dengan tingkat akurasi cukup memadai utk skala industri rumah tangga. Memang sih ada alat lain yang memiliki akurasi lebih tinggi yang namanya pH meter (umumnya digital). Namun, untuk menebusnya kita perlu merogoh kantong kita jauh lebih dalam (sekitar 400-an ribu). Sedangkan satu box set pH paper dengan isi 100 lembar kertas harganya cuma 40 ribu.
Untuk itulah, kita memerlukan peralatan yang bisa membantu kita melakukan segala pengukuran cermat di atas. Ini karena alat pengindera kita sebagai manusia "katanya" tidak bisa diandalkan karena sifatnya yang "relatif" dan "emosional".
Nah, salah satu alat yang diperlukan dalam pembuatan keju adalah pH paper. (Saya tidak habis mengerti kenapa "p"-nya selalu ditulis dalam huruf kecil sedangkan "H"-nya huruf besar). Barang kecil ini sangat berguna untuk membantu kita mendapatkan susu dengan keasaman yang tepat agar keju yang dihasilkan kelak masuk kategori "keju sukses". Tingkat keasaman (minimal sampai hari ini) tidak bisa diukur dengan cara dicecap dengan lidah atau dihirup dengan hidung. Indera pencecap dan penciuman kita tidak bisa membedakan dengan akurat antara susu yang ber-pH 7 dengan pH 5, misalnya. Lidah dan hidung kita (mungkin) hanya bisa memberi info ke otak kita bahwa susu hari ini kecutnya pas, susu kemarin kecutnya ampun-ampun, dan susu yang udah kecampur banyak air rasanya hambar.
Kertas warna-warni ini sangat mudah digunakan dengan tingkat akurasi cukup memadai utk skala industri rumah tangga. Memang sih ada alat lain yang memiliki akurasi lebih tinggi yang namanya pH meter (umumnya digital). Namun, untuk menebusnya kita perlu merogoh kantong kita jauh lebih dalam (sekitar 400-an ribu). Sedangkan satu box set pH paper dengan isi 100 lembar kertas harganya cuma 40 ribu.
Friday, November 25, 2011
BAHAN & PERALATAN
Bahan-bahan dan peralatan dalam pembuatan keju.
1. Susu (dlm gelas takar)
2. Termometer
3. Sendok takar
4. Gelas-gelas
5. Kultur Lactobaccilus bulgaricus
6. Lipase
7. Rennet
8. pH paper
Di antara mereka, yang agak susah dicari adalah lipase. Yang lainnya relatif gampang.
Friday, October 28, 2011
RESEP KEJU EDAM VERSI BANYUMASAN
RESEP EDAM BANYUMASAN
- Sediakna dhisit susu sapi utawa susu wedhus limolas liter. Olih mentah, olih Pasteurisasi.
- Panasna susu ngantekan sangalikur drajat Celcius.
- Tambahna setugel sendok teh bubuk kultur mesofilik type III (uga disebut bakteri laktik) meng secangkir susu, banjur dicampuraken ming susu sekabehane, banjur dikubek.
- Dijorna bae susune ben mateng tekan telungpuluh menit, suhune dijaga ben terus stabil.
- Nek perlu, tambahna sesendok teh kalsium klorid (diencerna dhisit karo banyu adem seprapat cangkir), banjur dicampuraken meng susu kanggo mbantu ndadekna “curd”.
- Tambahna sesendok teh rennet. Campurna rennet kambi seprapat cangkir banyu adem sedurunge disogna meng susu. Nek nganggo susu wedhus, gunakna telung prapat sendok teh rennet karo kalsium klorid.
- Dijaga suhune ben tetep neng angka sing padha, nganti patangpuluh limang menit.
- Bar curd ndadi karo wis bisa “clean break”, curd diris-iris seukuran enem sentian, banjur dikubek nganti limang menit.
- Sesuwene rong puluh menit, alon-alon unggahna suhune gutul telungpuluh telu Celcius kambi terus diubek.
- Jorna curd sedhela, banjur buang separone “whey” lan disimpen. Siki banjur ditambahna banyu anget patangpuluh pat Celcius nggo ngganti whey, bar kuwe diubek.
- Unggahna suhu nganti telungpuluh pitu Celcius lan ditahan nganti selawe menit. Pas sesuwene kiye AJA diubek. Banjur, curd ditirisaken karo kalo.
- Banjur,curd dilebok-lebokna meng pres keju, disetel kenceng, banjur dijoraken sewengi.
- Bar wis dipres sewengi, keju ditokna sekang pres-presan, banjur diblebekaken maring whey sing wis diangetaken nganti suhu patangpuluh pitu Celcius. Jorna bae keju neng njero whey nganti lima-sepuluh menit. Bungkus maning kejune karo bujur resik njur dipres maning tekan limang jam.
- Tokna maning kejune sekang pres-presan, njur diblebekna meng banyu uyah sing buket nganti sewengi.
- Tokna keju sekang banyu uyah, njur jorna bae ben garing neng suhu ruang. Bar kuwe njur dilapisi lilin apa divakum plastik, njur disimpen neng nggon adhem. Keju edam siap dibadhog bar diperem rong wulan.
Subscribe to:
Posts (Atom)









