Trie's Cheese

Trie's Cheese
Indonesian Original Cheese

Friday, February 24, 2012

Cheese Press Calibration

Kalibrasi alat press keju versi Depok. Mulai sekarang, beban tekanan saat mengepres keju di Trie's Cheese bisa terukur. Biar "NDESO" tapi "ILMIAH". Atau sebaliknya: meskipun ilmiah, tetep aja NDESO....hahahaha.

Monday, February 20, 2012

Cheddar Classic Project

Beberapa hari lalu, proyek Cheddar Classic mulai dijalankan di dapur Trie's Cheese. Prosesnya sedikit complicated, lama, dan menuntut "komitmen untuk setia". Setia menunggu maksudnya.


Pengolahan susu hingga menjadi curd pada dasarnya sama dengan pembuatan basic cheese apa saja. Hanya, setelah jadi curd, si curd ini harus melalui proses yang namanya "cheddaring" (oleh karenanya disebut keju cheddar). "Cheddaring" adalah tahapan di mana curd harus digumpalkan lagi, dibentuk balok-balok, ditumpuk, dan dibolak-balik untuk ditumpuk lagi hingga 3-4 kali. Setelah penumpukan (stacking) dan pembalikan, curd dipotong-potong kecil, digarami, dan dicetak hingga terbentuk keju keras. Terakhir adalah pemeraman.


Well, saat ini Trie's Cheese tengah menunggui si Cheddar Classic menjadi matang selama beberapa minggu ke depan. Betul-betul diuji kesetiaannya.



Thursday, February 9, 2012

Cheese Press

Inilah versi terakhir cheese press (alat pres keju) yang dipakai di dapur Trie's Cheese.
Setelah beselancar di internet untuk mendapatkan referensi desain, dilanjutkan mutar-muter di Harco Glodok untuk mencari bahan-bahan, plus sedikit "engineering", jadilah cheese press seperti ini.





Sebelum mendapatkan bentuk yang terakhir, cheese press di dapur Trie's Cheese telah mengalami serangkaian "evolusi" seperti terrekam dalam gambar ini....hehehehe

Saturday, January 21, 2012

Basic Cheese Making In Compressed Photos

Buat yang males baca step-by-step-nya, ini nih "flow chart" proses pembuatan keju dasar.

Monday, January 16, 2012

RESEP MOZZARELLA FINGER STICK

Terinspirasi tayangan TV swasta beberapa hari lalu, saya mencoba bikin "Stik Mozzarella Tepung Roti Goreng". So simple. Resepnya sbb:

Bahan-bahan:
1. Keju mozzarella 250 g.
2. Tepung terigu 200 g (ditebar di atas piring ceper)
3. Tepung Roti (Panir) 300 g (ditebar di atas piring ceper)
4. Telur 2 butir (dikocok rata, taruh di piring cekung)

Pengerjaannya:
1. Mozzarella dipotong-potong bentuk balok panjang sekitar 5 cm (atau sesuai selera).
2. Potongan mozza diguling-gulingkan di atas tepung terigu sampai terbalut rata.
3. Potongan mozza yg sudah berbalut terigu dicelupkan ke kocokan telur.
4. Potongan mozza diguling-gulingkan di atas tepung roti sampai terbalut rata.
5. Celupkan ke telur sekali lagi.
6. Guling-gulingkan ke tepung roti sekali lagi.
7. Panaskan minyak dg suhu sedang-sedang saja.
8. Goreng mozza berbalut tepung-telur-panir sampai keemasan.
9. Angkat. Sajikan dengan saus sambal atau saus marinara atau mayonaise, atau apa saja (kecap, saus tomat, whatever).

Simple kan? Rasanya, mozza pisan....Jika disantap selagi panas, si mozza akan meleleh dan menjulur ke mana-mana sewaktu digigit...seru!

Tips:
Untuk mencegah "kebocoran" mozza saat digoreng, usahakan balutan tepung roti dan telurnya cukup tebal dan menutup rapat-rapat si mozza.
Juga, demi amannya, minyaknya jangan terlalu panas. Lebih baik kurang panas.
Mozza biasanya sudah asin, tapi kalau masih kurang asin bisa ditambahkan garam ke kocokan telur.

Silakan mencoba.

Monday, December 12, 2011

Hubungan Antara Keju Dan Fotografi

Bukan cuma orang lain, saya sendiri juga bingung jika ditanya: "Kenapa sekarang bikin keju, bukannya selama ini sampeyan lebih banyak berkutat dengan kamera dan lampu-lampu studio?"
 
Awal-awal terasa nggak nyambung sama sekali. Belakangan, baru tersadar bahwa hubungan antara keju dengan fotografi sudah terjalin akrab lama sekali, terhitung semenjak kamera mulai digunakan untuk memotret wajah manusia. Dan itu berarti bisa lebih dari seratus tahun yang lalu. Kok bisa?
 
Coba kita perhatikan baek-baek, dalam banyak sesi foto (terutama foto rame-rame), baik yang dilakukan secara profesional maupun amatir, guna mendapatkan ekspresi gembira pada hasil foto, si fotografer kerap memberi aba-aba: "Say cheese!". Orang-orang yang difoto pun berramai-ramai berseru: "Cheeeeeese!". "Chese" artinya ya keju. Berarti dalam banyak acara fotografi, keju sering sekali hadir. Di sinilah benang merahnya.
 
Terima kasih telah membaca cerita yang cenderung mengada-ada ini. Hehehe...
 
Catatan:
Kalau pas motret orang, seruan kata "cheeeese" jangan diterjemahkan menjadi "kejuuuu" loh, ya. Ntar bisa-bisa wajah di foto pada monyong semua...wkwkwk..